Komunikasi
TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 1#

Pengertian Komunikasi, Unsur-Unsur Komunikasi, Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi, Hambatan-Hambatan Komunikasi, dan Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi
Nama : Selma Vallenita
NPM : 18113357
Kelas : 2 KA 30
Ø Pengertian Komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari
satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan
atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada
bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat
dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu,
misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini
disebut komunikasi nonverbal.
Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses
penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu,
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun
tidak langsung (melalui media).
Analisis Pengertian Komunikasi
Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat, 10/11/2007 – 6:54pm
— Rejals Analisis Definisi Komunikasi Menurut Harold Lasswell.
Komunikasi pada dasarnya
merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran
apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which
channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
Raymond Ross
Komunikasi adalah proses
menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu
pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang
dimaksudkan oleh komunikator.
Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu
sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi
perilaku mereka.
Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu
ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud
untuk mengubah tingkah laku mereka.
Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses
yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan
menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.
New Comb
Komunikasi adalah
transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari
sumber kepada penerima.
Joseph A. Devito
The act, by one more persons, of sending and receiving message
distorted by noise, within a context, with some effect and some opportunity for
feedback. The communication act, then, would include the following componenets
: context, source, receiver, message, channels, noise, sending or encoding
proccesses receiving, decoding processes, feedback and effect. These elements
seem the most essential in any consideration of the communication act. They are
what we might call the universals of communication : the elements that are
present in every communication act, regardless of wether it intrapersonal,
interpersonal, small group, public speaking, mass communication or
intercultural communication.
Ø Unsur-Unsur Komunikasi
Penegasan tentang
unsur-unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut :
1. Sumber,
Semua peristiwa komunikasi akan melinatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim
ineormasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang,
tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau
lembaga. Sumber sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa
Inggrisnya disebut source, sender, atau encoder.
2. Pesan,
Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan
pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau
melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan,
informasi, nasihat atau propaganda. Dalam bahasa inggris pesan biasanya
diterjemahkan dengan kata massage, content atau informasi (Hafied
Cangara, 2008;22-24).
3. Media,
Media adalah alat sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari
komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam
komunikasi antarmanusia, media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah
pancaindra manusia seperti mata dan teliga. Pesan-pesan yang diterima panca indra
selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan
sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan. Akan tetapi,
media yang dimaksud dalam buku ini, ialah media yang digolongan atas empat
macam, yakni: Media antarpribadi, untuk hubungan perorang
(antarpribadi) media yang tepat digunakan ialah kurir /utusan, surat, dan
telpon. Media kelompok, Dalam aktivitasa komunikasi yang
melibatkan khlayak lebih dari 15 orang, maka media komunikasi yang banyak
digunakan adalah media kelompok, misalnya, rapat, seminar, dan konperensi.
Rapat biasanya digunakan untuk membicarakan hal-hal penting yang dihadapi oleh
suatu organisasi. Seminar adalah media komunikasi kelompok yang biasa dihadiri
150 orang. Konferensi adalah media komunikasi yang dihadiri oleh anggota dan
pengurus dari organisasi tertentu. Ada juga orang dari luar organisasi, tapi
biasanya dalam status peninjau. Media publik, kalau khalayak lebih
dari 200-an orang, maka media komunikasi yang digunakan biasanya disebut media
publik. Misalnya rapat akbar, rapat raksasa dan semacamnya. Media massa,
jika khalayak tersebar tanpa diketahui di mana mereka berada, maka biasanya
digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian
pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat
komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi (Hafied
Cangara, 2008;123-126).
4. Penerima, Penerima
adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.
Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai
atau negara. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti
khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggris disebut audience atau
receiver. Dalam proses komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan
penerima adalah akibat karena adanya sumber. Tidak adanya penerima jika tidak
ada sumber. Penerima adalah elemen penting dalam proses komunikasi, karena
dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima
oleh penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kali menuntut
perubahan, apakah pada sumber, pesan, atau saluran.
5. Pengaruh atau efek,
Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan
dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini biisa
terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu,
pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau pengetahuan, sikap, dan tindakan
seseorang sebagai akibat penerimaan pesan (Hafied Cangara, 2008;22-27).
6.
Sender, yaitu komunikator yang menuampaikan pesan kepada
seseorang atau sejumlah orang.
7.
Encoding, penyandian
yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.
8.
Decoding, yaitu
pengawasandian adalah proses dimana komunikan menetapkan makna lambang yang
disampaikan oleh komunikator kepadanya.
9.
Receiver, komunikan
yang menerima pesan dari komunikator.
10.
Response, seperangkat reaksi pada komunikan setelah
diterpa pesan.
11.
Noise, gangguan tak terencana yang
terjadi dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh
komunikan yang berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator
kepadanya.
Ø Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi?
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui
komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita
(receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja,
tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan
diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar
mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi
dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang
kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Ide (gagasan) => sender
2. Perumusan : ide dari sender di
sampaikan dalam kata-kata
3. Penyaluran (transmitting) : bisa berupa
lisan, tertulis, menggunakan simbol atau isyarat dan lain-lain
4. Tidakan : sebagai contoh, misalnya
perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan
5. Pengertian : kata-kata si sender yang
ada dalam perumusan tadi menjadi ide receiver (penerima)
6. Penerimaan : diterima oleh si penerima
berita (penangkap berita)
Dalam membina kerja sama dalam
kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi
organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan
organisasi.
Agar tercapai koordinasi dalam
kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang
setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama
benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.
Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila
penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh
individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara
organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan
komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan
tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan
kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.
Contoh bentuk pesan :
|
|
VERBAL
|
NON VERBAL
|
|
Lisan
|
Wawancara
|
Berbicara pelan
|
|
Tertulis
|
Laporan
|
Diagram atau tata letak
|
|
gambar
|
Uraian atau adegan
|
Sketsa atau adegan
|
Ø Hambatan-Hambatan Komunikasi
- Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut:
a. Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang
memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan
pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi,
akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi
dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat
diandalkan serta lebih efisien.
b. Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses
penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi
atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas,
akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Hambatan semantik dibagi menjadi 3, diantaranya:
i.
Salah pengucapan
kata atau istilah karena terlalu cepat berbicara. Contoh: partisipasi
menjadi partisisapi.
ii.
Adanya perbedaan
makna dan pengertian pada kata-kata yang pengucapannya sama. Contoh: bujang
(Sunda: sudah; Sumatera: anak laki-laki).
iii.
Adanya pengertian
konotatif. Contoh: secara denotative, semua setuju bahwa anjing adalah
binatang berbulu, berkaki empat. Sedangkan secara konotatif, banyak orang
menganggap anjing sebagai binatang piaraan yang setia, bersahabat dan panjang
ingatan.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang
komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik
komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang
berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.
c. Hambatan
Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi
yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator
maupun komunikan.
Ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang
efektif, yaitu :
1. Mendengar.
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar.
Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang
kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin
kita dengar.
2. Mengabaikan
informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber.
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan
informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal,
kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang
berbeda.
Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi
si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan
bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti
lain bagi orang yang berbeda.
Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai
dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai
arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti
satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal
yang tidak konsisten.
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat
kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang
berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi.
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk
menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan
diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan.
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat
kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
https://nurlailatulrmd.wordpress.com/2013/05/16/hambatan-hambatan-komunikasi/
Ø Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi
Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi
i.
Dari segi sifatnya :
Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan secara langsung adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua
orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak
atau peralatan yang membatasi mereka. Lisan ini terjadi pada saat dua orang
atau lebih saling berbicara/ berdialog, pada saat wawancara, rapat, berpidato.
Komunikasi lisan yang tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan
dengan perantara alat seperti telepon, handphone, VoIP, dan lain sebagainya
karena adanya jarak dengan si pembicara dengan lawan bicara.
Komunukasi Tertulis
Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan
tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang
singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima. Komunikasi
tulisan dapat berupa surat-menyurat, sms, surat elektronik, dan lain
sebagainya.
Komunikasi tertulis juga dapat melalui naskah-naskah yang menyampaikan
informasi untuk masyarakat umum dengan isi naskah yang kompleks dan lengkap
seperti surat kabar, majalah, buku-buku dan foto pun dapat menyampaikan suatu
komunikasi secara lisan namun tanpa kata-kata. Begitu pula dengan spanduk,
iklan, dan lain sebagainya.
Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol
verbal. Simbol verbal bahasa merupakan pencapaian manusia yang paling
impresif. Ada aturan-aturan yang ada untuk setiap bahasa yaitu
fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatis.
Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dimana pesan
disampaikan tidak menggunakan kata-kata.
ii.
Dari segi arahnya :
Komunikasi keatas
Komunikasi ke atas dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir
dari tingkat yang lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi
(penyelia). Semua pegawai dalam sebuah organisasi, kecuali mungkin mereka uang
menduduki posisi puncak,mungkin berkomunikasi ke atas- yaitu, setiap bawahan
dapat mempunyai alasan yang baik atau meminta informasi dari atau memberi
informasi kepada seseorang yang otoritasnya lebih tinggi daripada dia. Suatu permohonan
atau komentar uang diarahkan kepada individu yang otoritasnya lebih besar,
lebih tunggi, atau lebih luas merupakan esensi komunikasi ke atas.
Apa yang harus di komunikasiukan
ke atas?
a)
Memberitahukan apa yang dilakukan
bawahan-pekerjaan mereka, prestasi, kemajuan, dan rencana-rencana untuk waktu
mendatang.
b)
Menjelaskan persoalan-persoalan kerja yang
belum di pecahkan bawahan yang mungkin memerlukan beberapa macam bantuan.
c)
Memberikan saran atau gagasan untuk
perbaikan dalam unit-unit mereka atau dalam organisasi sebagai suatu
keseluruhan.
d)
Mengungkapkan bagaimana pikiran dan
perasaan bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, dan organisasi.
Komunikasi kebawah
Komunikasi kebawah dalam organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari
jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang berotoritas lebih rendah. Biasanya
kita beranggapan bahwa informasi bergerak dari manajemen kepada para pegawai;
namun dalam organisasi kebanyakan hubungan ada pada kelompok manajemen (Davis,
1967).
Ada 5 jenis informasi yang biasa
di komunikasikan dari atasan kepada bawahan (Katz & Kahn, 1966) :
a)
Informasi mengenai bagaimana melakukan
pekerjaan
b)
Infrmasi mengenai dasar pemikiran untuk
melakukan pekerjaan
c)
Informasi mengenai kebijakan dan
praktik-praktik organisasi
d)
Informasi mengenai kinerja pegawai
e)
Informasi untuk mengembangkan rasa
memiliki tugas(sense of mission).
Komunikasi diagonal
Merupakan jalur komunikasi yang paling jarang digunakan,komunikasi diagonal
penting dalam situasi ketika para anggiotatidak dapat berkomunikasi secara
efektif melalui jalur ini.
Komunikasi horizontal
Terdiri dari penyampaian informasi diantara rekan-rekan sejawat dalam unit
kerja yang sama. Unit kerja meliputi individu-individu yang di tempatkan pada
tingkat otoritas yang sama dalam organisasi dan mempunyai atasan yang sama.
Tujuan komunikasi Horizontal :
a)
Untuk mengkoordinasikan penugasan kerja
b)
Berbagi informasi mengenai rencana dan
kegiatan
c)
Untuk memecahkan masalah
d)
Untuk memperoleh pemahaman bersama
e)
Untuk mendamaikan, berunding, dan
menengahi perbedaan
f)
Untuk menumbuhkan dukungan antarpesona
Komunikasi satu arah
Pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik).
Komunikasi Dua Arah
Berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi.
iii.
Dari segi lawannya :
Komunikasi Satu Lawan Satu
Berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya
Cth:berbicara melalui telepon
Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
Berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok.
Cth: kelompok warga menginterogasi maling.
Kelompok Lawan Kelompok
Berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Cth: debat partai politik.
iv.
4. Dari segi keresmian :
Komunikasi formal
Komunikasi yang memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan
kecepatan komunikasi.
Komunikasi informal
Komunikasi informal adalah komunikasi
antara orang yang ada dalam suatu organisasi , akan tetapi tidak direncanakan
atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi . Fungsi komunikasi informal
adalah untuk memelihara hubungan sosial persahabatan kelompok informal ,
penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu , gosip ,
atau rumor .
ANALISIS SAYA
Menurut analisis saya, istilah
komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication
berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Maksud sama disini adalah sama
makna nya.
Jadi,
kalau dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan,
maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada kesamaan makna mengenai
apa yang di bicarakan. Komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna
antara dua pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi
tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga
persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan,
melakukan suatu perbuatan atau kegiatan, dan lain-lain.
Proses komunikasi
dibagi menjadi 2 tahap, yaitu secara primer dan sekunder. Proses komunikasi
secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang
kepada oranglain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Sedangkan
proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh
seseorang kepada oranglain dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media
kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.
Unsur-unsur dalam proses
komunikasi yaitu :
a.
Sender : komunikator yang menyampaikan pesan kepada
seseorang atau sejumlah orang
b.
Encoding : penyandian, yakni proses pengalihan pikiran
ke dalam bentuk lambang
c.
Message : pesan yang merupakan seperangkat lambang
bermakna yang di sampaikan oleh komunikator
d.
Media : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari
komunikator kepada komunikan
e.
Decoding : pengawasandian, yaitu proses dimana
komunikan menetapkan makna pada lambang yang di sampaikan oleh komunikator
kepada nya
f.
Receiver : komunikan yang menerima pesan dari
komunikator
g.
Response : tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikasi
setelah diterpa pesan
h.
Feedback: umpan balik, yakni tanggapan komunikan
apabila tersampaikan atau disampaikan kepada komunikator
i.
Noise : gangguan tak terencana yang terjadi dalam
proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang
berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.
Ada beberapa cara untuk
menyalurkan ide dalam komunikasi, diantaranya yaitu :
a. Komunikasi
intrapribadi, adalah komunikasi dengan diri-sendiri. Contoh nya adalah
berpikir.
b. Komunikasi
antarpribadi, adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang
memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung,
baik secara verbal ataupun nonverbal.
c. Komunikasi
publik, adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang,
yang tidak bisa dikenali satu persatu.
d. Komunikasi
organisasi, terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan juga informal,
dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar daripada komunikasi kelompok.
e. Komunikasi
massa, adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar,
majalah) atau elektronik (radio, televisi) berbiaya relatif mahal, yang di
kelola oleh suatu lembaga atau orang yang di lembagakan, yang di tujukan kepada
sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen.
Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan
maksud kita. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mempresentasikan berbagai
aspek realitas individual kita.
Bahasa nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Menurut Larry
A. Samovar dan Richard E. Porter, komunikasi nonverbal mencakup semua
rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang
dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang
mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima; jadi definisi ini
mencakup perilaku yang disengaja juga tidak disengaja sebagai bagian dari
peristiwa komunikasi secara keseluruhan. Pesan-pesan nonverbal sangat
berpengaruh dalam komunikasi.
Beberapa
contoh klasifikasi komunikasi nonverbal adalah :
a.
Bahasa tubuh
b.
Sentuhan
c.
Parabahasa
d.
Penampilan fisik
e.
Bau-bauan
f.
Orientasi ruang dan jarak pribadi
g.
Konsep waktu
h.
Diam
i.
Warna
j.
Artefak
Beberapa prinsip komunikasi
adalah :
a.
Komunikasi adalah proses simbolik
b.
Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
c.
Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan
d.
Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat
kesengajaan
e.
Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
f.
Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
g.
Komunikasi bersifat sistemik
h.
Komunikasi mirip latar belakang sosial-budaya semakin
efektiflah komunikasi
i.
Komunikasi bersifat nonseksual
j.
Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan
transaksional
k.
Komunikasi bersifat irreversible
l.
Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai
masalah
Prinsip-prinsip dari komunikasi
ke atas yaitu :
a.
Program komunikasi ke atas yang efektif harus
direncanakan.
b.
Program komunikasi ke atas yang efektif berlangsung
secara berkesinambungan.
c.
Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan
saluran rutin.
d.
Program komunikasi ke atas yang efektif menitikberatkan
kepekaan dan penerimaan dalam pemasukan gagasan dari tingkat yang lebih rendah.
e.
Program komunikasi ke atas yang efektif mencakup
mendengarkan secara objektif.
f.
Program komunikasi ke atas yang efektif mencakup
tindakan untuk menanggapi masalah.
Tujuan dari komunikasi
horizontal antara lain :
a.
Untuk mengkoordinasikan penugasan kerja.
b.
Berbagi informasi mengenai rencana dan kegiatan.
c.
Untuk memecahkan masalah
d.
Untuk memperoleh pemahaman bersama
e.
Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan
f.
Untuk menumbuhkan dukungan antarpersona
Ada beberapa macam strategi
dalam komunikasi, yaitu :
a. Harapan
Unsur paling
dasar dari kedamaian,prestasi dan keberhasilan adalah suatu perasaan yang kita
sebut harapan. Mempunyai harapan berarti mempercayai dan bertindak seakan-akan
apa yang anda inginkan sebenarnya dapat dicapai.
b. Keterhubungan
Keterhubungan
adalah pengaruh yang memelihara dan secara sosial mendukung keluarga,
kawan-kawan, tetangga, organisasi komunitas, identifikasi nasional dan ikatan
dunia.
c. Kehati-hatian
Kehati-hatian
adalah seni menerima kehidupan itu datang dan menikmatinya dari saat ke saat. Kehati-hatian
mendorong kita untuk hidup seolah-olah setiap saat itu penting, yang berarti
bahwa setiap saat harus diperhatikan, dijaga, diterima dan dihargai.
d. Daya
tahan
Daya tahan
terdiri dari seperangkat kepercayaan tentang diri sendiri, peristiwa di dunia,
dan interkasi antara keduanya yang berasal dari tiga faktor : rasa komitmen,
rasa kontrol dan rasa tantangan.
e. Kesediaan
memaafkan
Kesediaan memaafkan
adalah perlu bagi pengurangan dan pelepasan stres dalam kehidupan kita karena
hal itu menyangkut redanya kebencian. Kebencian adalah setap perasaan negatif,
betapapun kecilnya, terhadap orang, objek, atau peristiwa, meskipun sebagian
besar kebencian tampaknya melibatkan apa yang orang lakukan dan kata kan pada
kita.
Konflik di definisikan sebagai
suatu “perjuangan yang diekspresikan antara sekurang-kurangnya dua pihak yang
saling bergantung, yang mempersepsi tujuan-tujuan yang tidak sepadan, imbalan
yang langka, dan gangguan dari pihak lain dalam mencapai tujuan mereka” (Frost
& Wilmont, 1978, hlm.9).
Berdasarkan uraian di atas dapat
disusun suatu ikhtisar mengenai lingkup ilmu komunikasi ditinjau dari
komponennya, bentuknya, sifatnya, metodenya, modelnya, bidangnya, dan sistemnya
:
Komponen komunikasi
a.
Komunikator
b.
Pesan
c.
Media
d.
Komunikasi
e.
Efek
Proses komunikasi
a. Proses
secara primer
b. Proses
secara sekunder
Bentuk komunikasi
a.
Komunikasi persona, yaitu : komunikasi intrapersona dan
komunikasi antarpersona
b.
Komunikasi kelompok : kelompok kecil dan kelompok besar
c.
Komunikasi massa
d.
Komunikasi media
Sifat komunikasi
a.
Tatap muka
b.
Bermedia
c.
Verbal
d.
Nonverbal
Meode komunikasi
a.
Jurnalistik
b.
Hubungan masyarakat
c.
Periklanan
d.
Pameran
e.
Publisitas
f.
Propaganda
g.
Perang urat saraf
h.
Penerangan
Teknik komunikasi
a. Komunikasi
informatif
b. Komunikasi
persuasif
c. Komunikasi
instruktif
d. Komunikasi
manusiawi
Tujuan komunikasi
a.
Perubahan sikap
b.
Perubahan pendapat
c.
Perubahan perilaku
d.
Perubahan sosial
Fungsi komunikasi
a.
Menyampaikan informasi
b.
Mendidik
c.
Menghibur
d.
Mempengaruhi
Model komunikasi
a. Komunikasi
satu tahap
b. Komunikasi
dua tahap
c. Komunikasi
multi tahap
Bidang komunikasi
a.
Komunikasi sosial
b.
Komunikasi manajemen/ organisasional
c.
Komunikasi perusahaan
d.
Komunikasi politik
e.
Komunikasi internasional
f.
Komunikasi antarbudaya
g.
Komunikasi pembangunan
h.
Komunikasi lingkungan
i.
Komunikasi tradisional
DAFTAR PUSTAKA
Uchjana Effendy, Onong, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,
Rosda, Bandung, 1984.
Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Rosda,
Bandung, 2008.
Faules, Wayne Pace Don F., Komunikasi Organisasi, Rosda, Bandung,
2010.
Larson, Goldberg, Komunikasi Kelompok, UIP, 2011.
Mulyana, Deddy & Rakhmat,
Jalaludin, Komunikasi Antarbudaya, Rosda,
Bandung, 2005.
Komentar
Posting Komentar